RSS

Sungguh, Kematian itu Sangatlah Dekat


Pernah kah kau merasa bahwa kematian itu sangatlah dekat?
Sejak dulu aku sering merasakannya...
'Reminder' itu biasanya beupa kematian orang-orang yang ada di dekatku... Terutama ketika orang yang meninggal itu masih terlihat sehat wal'afiat....

Lalu belakangan ini aku cukup sering mendapatkan 'Reminder' yang lebih terasa.

Itu ketika beberapa bulan lalu bus yang kunaiki mengalam kecelakaan dan berhantaman dengan truk.. Sepersekian detik antara bunyi rem berdecit hingga suara keras benturan betul-betul muncul sekelebat bayangan kematian di benakku.. Bila saat itu nyawaku diambil, aku ingin lafadz Allah lah yang terakhir kuucapkan... Tapi ternyata Allah masih memberikan kesempatan padaku untuk hidup di dunia ini...

'Reminder' keras lainnya terjadi setelah kecelakaan bus yang kualami. Saat itu aku sedang mengendarai motor di kota lain untuk menghadiri pernikahan salah seorang sahabat. Di jalan, aku berpapasan dengan sepeda motor yang melaju sangat kencang dari arah berlawanan. Sedetik setelah berpapasan denganku, terdengar dua kali benturan keras. Dan ketika aku melihat melalui spion, pengendara motor yang berpapasan denganku tadi sudah tergeletak tak bergerak di bawah  sebuah mobil. Suara benturan pertama sepertinya adalah bunyi benturan ketika motor tadi menabrak mobil, dan bunyi benturan kedua adalah ketika motor dan pengendara tadi terlindas mobil. Astahgfirullah..... sedetik sebelumnya orang tadi masih hidup sehat wal'afiat tapi sedetik kemudian ia sudah tergeletak tak bergerak.....

'Reminder'ku yang terbaru adalah ketika aku mengalami kecelakaan belum lama ini. Saat itu aku sedang dibonceng oleh salah satu sahabatku. Sesaat menjelang kecelakaan, aku sudah pasrah karena tidak bisa terhindarkan lagi kami akan menabrak mobil di depan kami dengan posisi motor yang kami naiki sedang melaju kencang dan di sebelah kami dihimpit sebuah bus besar. Ya Allah.... sepersekian detik sebelum benturan yang tak terelakkan, aku juga sudah pasrah jika Allah berkehendak mengambil nyawaku saat itu. Namun ternyata Allah berkehendak lain.

Sebetulnya masih ada banyak lagi 'reminder' yang kudapati. Bisa jadi seseorang mendapatkan 'reminder' tapi ia tidak menyadari bahwa itu adalah peringatan tentang dekatnya kematian kita..

Apakah kita siap bila saat ini nyawa kita diambil Allah? Sungguh, aku belum merasa siap. Masih banyak dosa-dosa yang aku belum bertobat dan masih sangat sedikit amalan-amalanku... Tapi apakah Allah akan menunggu sampai kita siap? Tentu saja tidak! Sehebat apapun kita, kita tidak akan pernah bisa menghindari jemputan ajal. Jadi, sebelum nyawa ini meninggalkan raga, mari kita mempersiapkan diri agar siap jika sewaktu-waktu Allah mengambil nyawa kita. Lupakan jargon yang menyesatkan 'Muda hura-hura, tua kaya raya, mati masuk syurga'. Apakah kita yakin kalau kita akan sempat mengalami masa tua sebelum kematian datang??

4 comments:

Muhammad Iqbal Muharram Ruhyanto said...

cara lain dzikrul maut selain ziyaroh qubur adalah SAFAR :')

Nurul said...

Betul... tiap kali safar biasanya ada saja 'pemandangan' dzikrul maut. Entah pemandangan yg orang lain sbg pemerannya, atau justru kita sendiri yang menjadi 'pemandangan' dzikrul maut bagi orang lain :')

trisno said...

Kalau kita ingat Allooh pasti akan selalu diingatakan oleh Allooh..

Nurul said...

iya...

Post a Comment